
Lebih lanjut, Rudy menyinggung peristiwa alam yang terjadi beberapa hari sebelum kirab, yang ia anggap sebagai sebuah pertanda.
“Satu minggu lalu, Bogor diterpa hujan deras, tapi hanya di sekitar kantor pemerintahan. Pohon tumbang, jalan tertutup. Lalu beberapa jam kemudian kami dapat kabar bahwa kirab Mahkota Binokasih akan singgah ke Bogor. Ini bukan kebetulan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dalam penutup sambutannya, Rudy menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Keraton Sumedang Larang atas kepercayaannya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari Keraton Sumedang Larang kepada saya dan Wakil Bupati Ade Ruhandi. Kami merasa diberi amanah untuk memimpin masyarakat Kabupaten Bogor, meneruskan semangat kepemimpinan yang mengakar dari nilai-nilai leluhur,” tandasnya.
Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bukan hanya menjadi acara budaya, tetapi juga momentum spiritual dan simbolik yang memperkuat kembali jati diri, sejarah, dan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat Bogor masa kini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















