Pemkot Bogor Ambil Langkah Strategis di Tengah Fenomena Penutupan Layanan Gizi Daerah

BOGORTODAY.COM Di tengah fenomena penutupan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat dan strategis untuk memastikan program pemenuhan gizi masyarakat tetap berjalan secara optimal.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa keberlangsungan layanan gizi tidak bisa dipisahkan dari tata kelola yang baik dalam setiap lini pelayanan publik.

Menurutnya, karena program ini menggunakan dana negara, maka segala proses mulai dari administrasi, pengadaan, distribusi logistik, pembangunan hingga pengelolaan SDM harus dijalankan secara akuntabel.

“Setiap prosesnya harus governance, harus sesuai dengan tata kelola. Karena ini menggunakan uang negara. Meskipun ada kemudahan-kemudahan, tapi tata kelola administrasi, pembelian, logistik, pembangunan hingga SDM-nya harus benar,” ujar Dedie dalam keterangannya, Senin (21/4/2025).

Dedie juga menyayangkan jika pelayanan yang seharusnya sampai kepada masyarakat menjadi terhambat hanya karena persoalan birokrasi atau lemahnya koordinasi antarlembaga. Ia menekankan bahwa selama seluruh prosedur dijalankan sesuai aturan, maka tidak ada alasan untuk menunda pencairan atau dukungan pendanaan dari pemerintah.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

“Selama tata kelolanya dipatuhi, dipenuhi, nggak ada tuh urusan tidak dibayar. Ini kan komitmen bersama,” tegasnya.

Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dedie juga menyoroti pentingnya sinergi antara Dinas Pendidikan (Disdik) dan pelaksana layanan gizi, terutama dalam hal distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah. Ia mengingatkan bahwa pihak sekolah tidak bisa serta-merta menerima program tanpa kejelasan kerja sama dan komunikasi yang memadai.

“Jangan-jangan tidak ada kerja sama dengan Disdik untuk distribusi ke sekolah. Masa sekolah mau terima begitu saja? Itu tetap harus ada komunikasi dan dukungan dari pemerintah,” tambah Dedie.

Guna memperkuat pelaksanaan program gizi, Pemkot Bogor juga membangun koordinasi dengan sejumlah pihak seperti Kodim dan Korem. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan keberhasilan program dari sisi teknis maupun dukungan keamanan dan sosial.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Selain itu, Dedie memastikan bahwa Pemkot Bogor terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap program pemenuhan gizi agar dapat mencapai sasaran secara tepat dan berkelanjutan.

“Kita terus belajar sambil menyempurnakan semua langkah-langkah,” pungkasnya.

Komitmen untuk Gizi Anak dan Masyarakat

Langkah yang diambil Pemerintah Kota Bogor ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah yang menjadi salah satu kelompok penerima manfaat utama dari program layanan gizi.

Dengan tata kelola yang baik, sinergi antarinstansi, serta evaluasi berkelanjutan, Kota Bogor diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga keberlangsungan program gizi di tengah tantangan yang dihadapi oleh banyak daerah lainnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================