
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah tegas dalam menangani fenomena pengamen jalanan. Sebanyak 400 seniman jalanan yang terdata kini mulai menjalani proses seleksi untuk dipindahkan ke sejumlah lokasi yang lebih terstruktur, seperti café, restoran, hingga taman kota.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pengamen untuk mencari penghasilan dengan cara yang lebih terhormat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya Pemkot Bogor dalam memberantas premanisme yang selama ini meresahkan masyarakat.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan bahwa dari 400 pengamen yang terdata, pihaknya telah membentuk 19 grup musik, masing-masing beranggotakan lima orang.
Kelompok-kelompok ini akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis yang telah dipilih, termasuk taman dan café di Kota Bogor.
“Dari 400 yang didata, kita buat grup, totalnya ada 19 grup musik. Hari ini kita seleksi audisi, kita nilai, dan kita tempatkan posisinya,” ungkap Jenal saat ditemui di sela-sela seleksi yang berlangsung di Bogor, Selasa (22/4/2025).
Menurutnya, pemilihan grup musik ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi pengamen untuk menyalurkan bakat mereka dalam suasana yang lebih layak dan dapat diterima oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari program ini, Pemkot Bogor juga berencana mengirimkan surat resmi kepada sejumlah café, warung makan, dan taman yang telah diseleksi sebagai lokasi penempatan para pengamen.
“Kami akan mengirim surat resmi kepada tempat-tempat tersebut, memberitahukan bahwa Pemkot Bogor menitipkan anak-anak Bogor, warga kota Bogor, untuk mencari penghasilan dengan bakat musik mereka,” terang Jenal.
Penyuluhan ini, menurut Jenal, menjadi langkah preventif untuk mencegah perilaku premanisme yang marak di beberapa titik kota, termasuk angkutan kota (angkot).
Pemindahan pengamen ke tempat-tempat yang lebih terstruktur dinilai sebagai solusi untuk mengurangi potensi gangguan yang sering ditimbulkan oleh keberadaan mereka di jalanan.
“Ini adalah komitmen pemerintah dalam memberantas premanisme. Satgas premanisme kami, salah satu targetnya adalah pengamen yang berada di angkot-angkot,” tegas Jenal.
Jenal menyebut langkah itu upaya memberikan solusi yang lebih baik bagi mereka untuk bisa bekerja dengan bakat yang mereka miliki, di tempat yang lebih aman dan tertata.
Kebijakan ini diharapkan dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi para pengamen, tetapi juga bagi masyarakat Kota Bogor secara keseluruhan.
Pemkot Bogor berharap, dengan penataan yang lebih terorganisir, tidak hanya kualitas hidup para pengamen yang meningkat, tetapi juga kenyamanan warga dalam beraktivitas di ruang publik.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















