
Kepala Sekolah MAN 1 Cianjur, Erma, menjelaskan bahwa sekolahnya memang menerima pasokan makanan bergizi gratis (MBG) untuk siswa kelas X hingga XI. Total ada sekitar 800 siswa yang hampir semuanya mengonsumsi makanan tersebut.
“Para siswa makan MBG setelah jam istirahat. Namun setelah mengonsumsinya, banyak siswa yang mengeluh sakit dengan gejala yang menyerupai keracunan. Beberapa siswa langsung dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan sebagian lainnya ke puskesmas. Karena jumlah yang terus bertambah, kami instruksikan para guru untuk memantau siswa-siswa tersebut guna memastikan jumlah yang terdampak,” terang Erma.
Pengalaman Seorang Siswa
Salah seorang siswa yang mengalami gejala keracunan, Muhammad Abdul Malik, siswa kelas 11 C, menceritakan pengalamannya. Malik menyebutkan bahwa ia dan teman-temannya makan MBG setelah jam istirahat. Makanan tersebut dibagikan dalam wadah plastik dan terdiri dari ayam suwir, mi goreng, tempe goreng, dan buah semangka.
“Setelah makan, tempe terasa agak asam. Tiga jam setelah pulang sekolah, saya tiba-tiba merasakan mual, muntah, dan pusing kepala,” ungkap Malik.
Penyelidikan Lanjut dan Imbauan
Saat ini, Dinas Kesehatan Cianjur masih terus menyelidiki kejadian ini dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta puskesmas untuk mendata dan mengawasi korban lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang diberikan di sekolah maupun tempat umum lainnya, terutama yang melibatkan banyak orang.
Pihak berwenang juga akan menunggu hasil pengujian sampel untuk mengetahui dengan pasti penyebab keracunan tersebut, apakah terkait dengan makanan MBG atau faktor lain yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















