Puluhan Pelajar MAN 1 Cianjur Diduga Keracunan Usai Mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis

BOGORTODAY.COM – Puluhan pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang diberikan di sekolah, pada Senin (21/4/2025).

Akibatnya, 28 siswa dirawat di RSUD Sayang Cianjur, sementara 10 pelajar lainnya dirawat di RS Bhayangkara Cianjur.

Gejala Keracunan yang Dikeluhkan Pelajar

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya, mengungkapkan bahwa para pelajar tersebut mengeluhkan gejala yang mirip dengan keracunan, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare.

Beberapa di antaranya merasakan gejala di sekolah, sementara yang lainnya baru merasakannya setelah tiba di rumah.

“Para pelajar mengeluhkan gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis di sekolah. Namun, gejalanya bervariasi. Ada yang merasakan sakit di sekolah dan ada yang baru merasakannya setelah pulang ke rumah,” ujar Frida saat memberikan keterangan pada Selasa (22/4/2025).

Frida juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Cianjur akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap para pelajar yang diduga mengalami keracunan, terutama di puskesmas, untuk memastikan jumlah korban yang terpapar.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Budaya Literasi Lewat Out of The Boox 2026

Langkah Pemeriksaan dan Pengujian Makanan

Untuk memastikan penyebab keracunan, Dinas Kesehatan Cianjur segera mengambil sampel makanan sisa dan muntahan para korban untuk diuji di laboratorium. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah keracunan tersebut disebabkan oleh makanan MBG yang dikonsumsi atau faktor lain.

“Iya, kami telah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan. Apakah berasal dari makanan MBG atau ada penyebab lain yang turut berkontribusi,” jelas Frida.

Tanggapan Pihak Sekolah

Kepala Sekolah MAN 1 Cianjur, Erma, menjelaskan bahwa sekolahnya memang menerima pasokan makanan bergizi gratis (MBG) untuk siswa kelas X hingga XI. Total ada sekitar 800 siswa yang hampir semuanya mengonsumsi makanan tersebut.

“Para siswa makan MBG setelah jam istirahat. Namun setelah mengonsumsinya, banyak siswa yang mengeluh sakit dengan gejala yang menyerupai keracunan. Beberapa siswa langsung dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan sebagian lainnya ke puskesmas. Karena jumlah yang terus bertambah, kami instruksikan para guru untuk memantau siswa-siswa tersebut guna memastikan jumlah yang terdampak,” terang Erma.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Pengalaman Seorang Siswa

Salah seorang siswa yang mengalami gejala keracunan, Muhammad Abdul Malik, siswa kelas 11 C, menceritakan pengalamannya. Malik menyebutkan bahwa ia dan teman-temannya makan MBG setelah jam istirahat. Makanan tersebut dibagikan dalam wadah plastik dan terdiri dari ayam suwir, mi goreng, tempe goreng, dan buah semangka.

“Setelah makan, tempe terasa agak asam. Tiga jam setelah pulang sekolah, saya tiba-tiba merasakan mual, muntah, dan pusing kepala,” ungkap Malik.

Penyelidikan Lanjut dan Imbauan

Saat ini, Dinas Kesehatan Cianjur masih terus menyelidiki kejadian ini dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta puskesmas untuk mendata dan mengawasi korban lebih lanjut.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang diberikan di sekolah maupun tempat umum lainnya, terutama yang melibatkan banyak orang.

Pihak berwenang juga akan menunggu hasil pengujian sampel untuk mengetahui dengan pasti penyebab keracunan tersebut, apakah terkait dengan makanan MBG atau faktor lain yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================