Cinta Laura Ungkap Pernah Alami Diskriminasi Saat Jadi Pembicara: “Saya Digiring ke Meja Istri-istri Pembicara”

Cinta Laura Ungkap Pernah Alami Diskriminasi Saat Jadi Pembicara: “Saya Digiring ke Meja Istri-istri Pembicara”

BOGORTODAY.COM Diskriminasi bisa menimpa siapa saja, termasuk sosok publik seperti Cinta Laura Kiehl.

Dalam sebuah kesempatan usai tampil dalam pertunjukan Terbitlah Terang di Museum Nasional Indonesia, Senin (21/4/2025), perempuan berusia 31 tahun itu membagikan pengalaman tak menyenangkan yang pernah ia alami.

Cinta mengungkap bahwa sekitar dua atau tiga tahun lalu, ia pernah menjadi satu-satunya pembicara perempuan dalam sebuah panel diskusi di universitas. Sayangnya, kehadirannya justru sempat tidak dianggap setara.

“Aku pernah jadi pembicara di sebuah universitas, dan aku satu-satunya perempuan. Banyak pembicara luar biasa di panel tersebut, tapi semuanya laki-laki,” kata Cinta kepada awak media.

Dipisahkan dari Meja Pembicara

Yang membuatnya heran dan kecewa adalah saat ia datang ke acara tersebut, ia tidak diarahkan ke meja utama bersama para pembicara pria, melainkan malah digiring untuk duduk bersama istri-istri dari para pembicara dan rektor.

“Bukannya para istri itu tidak luar biasa ya, tapi permasalahannya, aku adalah pembicara. Seharusnya aku duduk di meja utama. Aneh kan?” lanjutnya.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Meski situasi terasa tidak nyaman, Cinta tetap memutuskan untuk bergabung dengan meja utama. Namun, atmosfer yang muncul justru semakin canggung.

Jadikan Pengalaman Pribadi Sebagai Materi Panggung

Menariknya, saat giliran berbicara di atas panggung, Cinta memutuskan untuk menyentil situasi diskriminatif yang baru saja ia alami—sebagai bentuk edukasi dan pengingat pentingnya kesetaraan gender.

“Aku membahas masalah ketidaksetaraan. Situasi yang aku alami 15 menit sebelumnya aku jadikan contoh nyata bagaimana perempuan masih sering diperlakukan tidak sama. Tapi aku bahas dengan cara yang bijak,” katanya sambil tersenyum.

Menurut Cinta, sang rektor pun mengakui kesalahan tersebut dan merasa bersalah atas perlakuan yang terjadi.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Minder, Kenali Nilai Diri

Meski pengalaman itu tak mengenakkan, Cinta Laura tetap menegaskan bahwa selama ini ia tidak pernah membiarkan diskriminasi mengurangi rasa percaya dirinya.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

“Aku selalu masuk ruangan dengan rasa percaya diri. Harapan aku ke anak muda, khususnya perempuan, jangan pernah minder.”

Ia menambahkan bahwa budaya sopan santun orang Indonesia sering kali membuat banyak perempuan tidak menyadari nilai dan kekuatan diri sendiri.

“Kita harus tahu nilai diri kita sendiri, bukan nilai yang didikte oleh orang lain,” tutupnya penuh semangat.

Cinta Laura dan Konsistensinya Menyuarakan Kesetaraan

Cinta Laura selama ini dikenal vokal dalam isu-isu sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Pengalaman ini menambah bukti bahwa meski telah mencapai banyak hal, perempuan tetap bisa mengalami diskriminasi, bahkan dalam ruang-ruang yang seharusnya setara.

Namun seperti yang ditunjukkan Cinta, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada suara mereka di panggung, tapi juga keberanian mereka untuk melawan ketidakadilan—dengan elegan dan tegas.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================