BOGORTODAY.COM – Banjir besar yang terjadi pada 4 Maret 2025 lalu menyisakan dampak kerusakan yang cukup parah di sejumlah titik sepanjang aliran Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan Kali Bekasi.
Bencana tersebut menyebabkan longsor, kerusakan tanggul, dan pendangkalan sungai di berbagai lokasi yang kini tengah dalam penanganan serius.
Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), di bawah Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, langsung bergerak cepat melakukan upaya tanggap darurat pada 12 titik terdampak, khususnya di wilayah Bojongkulur, Kabupaten Bogor, serta Kota Bekasi.
Dukungan Komunitas dan Penanganan Tanggap Darurat
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan BBWSCC.
“Kami mengapresiasi gerak cepat BBWSCC dalam melakukan penanganan tanggap darurat pasca banjir,” ujar Puarman yang mewakili suara 32.000 warga terdampak di sekitar sungai Cileungsi, Cikeas, dan Kali Bekasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia mendampingi tim BBWSCC dan Ditjen SDA meninjau lokasi-lokasi pengerjaan di lapangan pada Selasa, 22 April 2025.
BBWSCC menerapkan berbagai metode dalam penanganan darurat, antara lain:
- Bore Pile untuk stabilisasi tebing,
- Parapet dan Bronjong untuk perlindungan tanggul,
- Pengerukan sedimen dan pelebaran alur sungai menggunakan alat berat excavator.
Semua metode ini dirancang mengacu pada desain rencana jangka panjang program normalisasi total sungai, yang saat ini masih dalam tahap persiapan.
Normalisasi Sungai: Program Jangka Panjang yang Mendesak
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















