
“Kalau usianya di bawah 17 tahun, kita cek dia sekolah atau tidak. Kalau putus sekolah, kita siapkan paket sekolah gratis,” kata Jenal.
Ia juga menyoroti bahwa ada anak-anak yang mengamen tanpa sepengetahuan orang tuanya. “Karena ada anak-anak yang hanya ikut-ikutan saja tapi nggak tahu orang tuanya setuju atau tidak,” jelasnya.
Jenal menegaskan bahwa Pemkot ingin memastikan anak-anak yang putus sekolah tetap memiliki masa depan dengan menyediakan jalur pendidikan alternatif.
“Kita nggak mau anak yang di bawah umur ikut mengamen, maka kita harus sekolahkan mereka,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















