
Persikabo 1973 sebelumnya mengalami dua kali degradasi beruntun, dari Liga 1 ke Liga 2, dan kini harus bermain di Liga 3.
Kemerosotan ini disebut-sebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari lemahnya pengelolaan finansial, konflik internal manajemen, hingga isu miring seputar praktik pengaturan skor (match fixing) yang sempat mencuat.
Ketidakharmonisan di internal klub dinilai menjadi hambatan besar dalam pembangunan tim secara menyeluruh.
Padahal, klub memiliki sejarah panjang dan basis pendukung yang besar di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Evaluasi dari Dispora ini diharapkan bisa menjadi awal dari reformasi besar-besaran di tubuh Persikabo 1973, agar klub ini bisa kembali bangkit dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun mengindikasikan kesediaan untuk mendukung, selama manajemen menunjukkan komitmen serius dalam melakukan perubahan.
Bagi masyarakat Bogor yang masih mencintai klub ini, langkah evaluasi dari Dispora menjadi angin segar, dengan harapan agar Persikabo 1973 tak sekadar hadir sebagai nama, tapi juga sebagai kekuatan yang sesungguhnya di lapangan hijau.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















