Patung Biawak Realistis di Wonosobo yang Viral Ternyata Karya Seniman Lokal Lulusan ISI

BOGORTODAY.COM – Sebuah patung biawak raksasa yang berdiri megah di jalur nasional Wonosobo-Banjarnegara mendadak viral di media sosial.

Keunikan dan bentuknya yang sangat realistis membuat banyak orang penasaran, siapa sosok kreatif di balik karya mencolok ini?

Ternyata, patung tersebut dibuat oleh seniman lokal bernama Rejo Arianto, seorang lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, jurusan seni murni lukis. Meski berlatar belakang seni dua dimensi, Arianto telah menekuni dunia seni tiga dimensi dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Patung biawak yang kini menjadi ikon baru Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo ini memiliki tinggi sekitar 7 meter.

Awalnya, Arianto merancang patung setinggi 3 meter. Namun, karena dukungan anggaran dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Wonosobo sebesar Rp50 juta, skala patung pun diperbesar.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Merasa Terasing dari Anak Pasca Cerai, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Batin yang Memprihatinkan

“Untuk pembuatan patungnya sendiri hanya sekitar satu minggu, tapi total pengerjaan seluruh proyeknya butuh waktu sekitar 1,5 bulan,” ujar Arianto saat ditemui pada Kamis (24/4/2025).

Patung tersebut kini menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. Banyak warga yang menjadikannya sebagai spot foto selfie atau sekadar berhenti untuk mengabadikan momen. Tidak hanya mencuri perhatian karena ukurannya, tapi juga karena detailnya yang menyerupai biawak sungguhan.

Menariknya, pemilihan biawak sebagai objek patung bukan tanpa alasan. Menurut Arianto, satwa ini masih banyak ditemukan di wilayah Wonosobo, sehingga dirasa relevan untuk dijadikan simbol lokal.

BACA JUGA :  Jangan Selalu Dipilihkan, Ini Manfaat Anak Menentukan Pakaiannya Sendiri

Ini merupakan karya ketiga Arianto dalam bentuk patung. Sebelumnya, ia pernah membuat patung Ganesha untuk sebuah kafe dan homestay, serta patung kuda.

Meski viral dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya, Arianto menyikapinya dengan rendah hati.
“Kalau masyarakat senang, saya ikut senang. Kalau kecewa, saya juga kecewa. Tapi sejauh ini banyak sambutan dan dukungan positif,” ungkapnya.

Kini, patung biawak itu tak hanya menjadi ikon baru Wonosobo, tetapi juga bukti bahwa seniman lokal mampu menciptakan karya monumental yang tak kalah dari seniman kota besar.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================