BOGORTODAY.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XII di Hotel Bigland, Sentul, pada Sabtu (26/4/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kemandirian Jam’iyyah Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Maslahat” sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat organisasi dan peran NU di tengah masyarakat.
Konfercab ini menjadi forum penting bagi PCNU Kabupaten Bogor karena membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masa khidmat 2020–2025, rapat pleno keorganisasian, bahtsul masail, serta penyusunan program kerja ke depan.
Agenda puncak konferensi adalah pemilihan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor untuk periode 2025–2030.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftah Faqih, yang membuka acara tersebut, memberikan pesan khusus kepada para pengurus yang akan terpilih.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah institusi di tengah upaya personal branding yang kini banyak dilakukan oleh tokoh-tokoh organisasi.
“Untuk para pengurus yang baru nanti, boleh melakukan personal branding. Tapi ingat, kita punya institusi,” ujar KH Miftah Faqih.
Ia juga menggarisbawahi peran strategis Kabupaten Bogor sebagai wilayah yang dapat menjadi benteng keagamaan dan spiritual bagi kawasan ibu kota.
“Saya harap Kabupaten Bogor ini menjadi benteng penopang kawasan Jakarta, karena di Jakarta sudah susah menggelar dzikir dan tahlil,” lanjutnya.
Lebih jauh, Miftah menegaskan bahwa NU harus tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. “NU itu selalu ummul qitab. Kalau itu tidak dipegang, NU hanya akan tinggal nama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, menegaskan pentingnya kesiapan total dari setiap pengurus yang terpilih.
“Pengurus NU hari ini tidak bisa hanya numpang nama. Harus siap tenaga, waktu, dan pikiran,” ujarnya.
Juhadi juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi melalui Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU), mengingat saat ini Jawa Barat telah memiliki hampir 14 ribu kader dari 90 angkatan.
“Kalau tidak ada kaderisasi, NU akan rapuh. Untuk pengurus ke depan, maksimalkan PD-PKPNU,” tegasnya.
Konfercab NU XII ini menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali peran NU sebagai penjaga moral, sosial, dan spiritual masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















