
“Poin pentingnya adalah saat ini media itu bukan sedang berperang, tapi sedang berdiri di posisi yang mirip dengan media sosial. Banyak masyarakat justru lebih percaya informasi dari media sosial dibandingkan media mainstream,” ujarnya.
Herman juga berpesan kepada peserta untuk terus mengasah kemampuan menulis dan memahami kode etik jurnalistik. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi dasar dalam bidang jurnalistik yang perlu diasah.
“Semua orang itu punya dasar jurnalistik. Tinggal diasah saja. Bisa lewat kursus atau pelatihan, nggak harus sekolah formal. Tapi tetap, tanpa ilmu jurnalistik, akan sulit juga,” ungkapnya.
Selain itu, Herman mengapresiasi kemampuan dasar menulis yang sudah ditunjukkan peserta. Ia berharap pelatihan seperti ini dapat berlanjut agar pemahaman jurnalistik mereka semakin berkembang.
“Alhamdulillah dari peserta yang hadir, saya lihat sudah punya dasar menulis. Hanya waktunya tadi terlalu sempit. Saya harap panitia bisa adakan acara lanjutan agar ilmunya nyambung. Dari tulisan mereka, saya optimis mereka bisa jadi wartawan di masa depan,” katanya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















