
Sesampainya di Jalan Manunggal, tepatnya diturunan Manunggal, Aziz yang berkendara dengan kecepatan tinggi, bertabrakan dengan kendaraan dari arah lain yang dikendarai Jahidi yang diketahui merupakan Cleaning Servis di RSUD Kota Bogor.
Bukan mempertanggung jawabkan perbuatannya, Aziz malah bersembunyi di dalam selokan (drainase) dalam keadaan terluka. Hingga warga sekitar menemukannya dan meminta pertanggung jawaban atas ulahnya tersebut. Aziz yang panik, kemudian mencoba meredam emosi warga dengan menjual nama sejumlah pejabat Bogor. Mulai dari mengaku sebagai keponakan Bima Arya, hingga membawa sejumlah nama petinggi RSUD.
Selain itu, Aziz mengaku ngebut karena bapaknya tengah dirawat di RSUD Kota Bogor. Dalam rekaman video yang diambil warga, saat ditanya harus melaporkan kejadian kecelakaan ini ke pihak RSUD Kota Bogor. Aziz menjawab dengan menyebutkan beberapa nama pejabat.
“Ke Pak Taufik, dr. Yuyung boleh, dan dr.Ilham boleh. dr.Ilham Dirutnya yang masukin saya. Bima Arya sepupu,” tutur Aziz dalam video.
Saat ditanyakan warga mengapa membawa nama Yane Ardian.
Aziz dalam video menjawab.
“Bu Yane itu istrinya Bima Arya. Bu Yane itu tidak ada hubungannya. Bima Arya yang ada hubungannya,” ujar Aziz dalam video dengan kondisi luka dan mata sayu diduga mabuk Miras.
Aksi tak terpuji Aziz, justru makin mengundang kemarahan warga sekitar dan pengendara yang melintas. Namun beruntungnya, kemarahan masa dapat dibendung oleh para kader kesehatan yang terhubung dengan RSUD Kota Bogor, hingga akhirnya Aziz dan Jahidi dapat dilarikan ke IGD RSUD Kota Bogor.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















