
Sebanyak 15 desa terdampak, dengan Kecamatan Karangtengah menjadi yang paling parah, di mana 12 desa mengalami banjir.
“Jumlah rumah yang terendam ada 203 rumah. Sebanyak 92 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter, sedangkan 111 rumah lainnya terendam dengan ketinggian di bawah 20 centimeter,” tambah Asep.
Asep Wijaya juga menyampaikan bahwa banjir telah benar-benar surut pada Minggu pagi. Pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa-sisa material banjir. Bahkan, alat berat turut diturunkan untuk mengangkut material yang terbawa banjir.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur, Djoko Purnomo, menambahkan bahwa dua unit mobil pemadam kebakaran juga diterjunkan untuk membantu membersihkan lumpur yang tersisa di jalan dan rumah warga.
“Satu unit mobil damkar diturunkan ke Sukaluyu dan satu lagi ke Karangtengah. Kami tidak hanya membersihkan lumpur di jalan, tetapi juga menyemprot lumpur dari rumah-rumah warga,” ujarnya.
Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (26/4/2025), yang menyebabkan puluhan rumah dan jalan nasional yang menghubungkan Cianjur-Bandung terendam. Meskipun telah surut, proses pemulihan di lokasi terdampak masih berlangsung.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















