
Di saat keberangkatanya ke tanah suci, ia harus rela berangkat sendiri tanpa ditemani sang istri, sebab sang istri saat ini tengah mendapatkan perawatan tim medis lantaran tengah menderita sakit pinggang.
“Sendiri, tadinya berdua sama istri saya, sakit engga bisa, sakit pinggang saat ini masih dirawat di RS Asyifa, makanya saya engga bisa berangkat berdua,” tandasnya.
Terpisah, menurut Sekretaris KBIHU Amanah Ummah Leuwiliang, Ifa Latifah mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan keberangkatan jamaah haji, salah satunya Sanusi.
“Beliau masuk sebagai prioritas lansia dan Insya Allah berangkat di tahun ini. Alhamdulillah pelunasan sudah dilakukan di pelunasan tahap pertama, sekarang ini tinggal kita lakukan pembagian perlengkapan,” katanya.
Menurutnya, Abah Sanusi melakukan pendaftaran di tahun 2019 dan saat mendaftar berusia sudah 90 tahun lebih. Jadi 5 tahun kendepan pak Sanusi masuk sekala prioritas lansia, karena di tahun ini masuk usia 100 tahun.
“Kita memang masuk di gelombang ke 2, ada kemungkinan di tanggal 20 Mei,” tandasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















