
Menurut pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra, rupiah masih menghadapi tekanan dari dolar AS, yang dipengaruhi oleh ketidakpastian negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Meskipun ada indikasi bahwa AS mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak dalam negosiasi tarif, pasar keuangan masih khawatir mengenai hasil kesepakatan antara kedua negara tersebut.
“Pasar masih menunggu perkembangan negosiasi tarif AS yang sampai sekarang belum menunjukkan hasil yang signifikan, meskipun AS mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak,” ujar Ariston.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Ariston memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada dalam rentang Rp16.800-Rp16.880 per dolar AS, tergantung pada perkembangan pasar global dan situasi ekonomi domestik yang terus berfluktuasi.
Secara keseluruhan, meski rupiah mengalami pelemahan pada pagi ini, pasar masih mengantisipasi kemungkinan pergerakan yang lebih stabil dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















