
“Kota Bogor ini seperti kuning telur, menjadi pusat distribusi berbagai komoditas dari Kabupaten Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur. Lokasinya sangat strategis,” ujarnya.
Ade menegaskan bahwa ekspor ini merupakan momentum penting bagi pelaku UMKM, karena potensi ekspor limbah bernilai sangat besar.
“Bukan hanya sekam. Ke depan bisa dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi yang berasal dari limbah,” ujarnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut menyampaikan apresiasinya terhadap ekspor perdana sekam bakar ini. Ia berharap hal ini dapat menjadi titik tolak kemajuan UMKM di Kota Bogor.
“Ke depan kita harus bisa mengekspor lebih banyak produk-produk yang selama ini dianggap tak berguna di dalam negeri,” ujarnya.
Dedie menambahkan bahwa meskipun bahan baku gabah bisa berasal dari berbagai daerah, proses produksi dan ekspor dilakukan di Kota Bogor. Ia pun mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Ternyata produk yang selama ini dianggap sampah masih memiliki nilai jual. Dan yang membanggakan, semua ini berawal dari Kota Bogor,” tutupnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















