
BOGORTODAY.COM – Di tengah situasi ekonomi yang menantang, secercah harapan muncul dari Kota Bogor. Produk yang selama ini dianggap sebagai limbah, yakni sekam padi, kini berhasil menembus pasar ekspor internasional.
CEO Minaqu, Ade Wardhana, mengungkapkan bahwa perusahaannya baru saja mengirimkan sekam bakar ke Eropa sebagai media tanam ramah lingkungan (green product).
Sebanyak 10 ton sekam bakar dikirim dalam 1.500 kantong, dimuat dalam satu kontainer berukuran 40 feet. Produk tersebut dipesan oleh salah satu produsen media tanam terbesar di Eropa, dengan tujuan ekspor ke Belanda. Estimasi waktu pengiriman mencapai 25 hari.
Ade menjelaskan bahwa ide ekspor ini bermula saat dirinya mengikuti seminar di Jerman. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa Eropa tengah mencari alternatif media tanam pengganti kelapa (cocopeat), yang mulai dilarang karena mengandung jamur dan sulit terurai.
“Saya iseng menyampaikan bahwa di Indonesia kami menggunakan sekam bakar. Saya kirimkan sampel untuk diuji laboratorium, dan hasilnya sangat baik,” ungkap Ade kepada Bogortoday.com, Rabu (30/4/2025).

Selain sekam bakar, Minaqu juga mengekspor 925 batang tanaman hias dalam kontainer yang sama, termasuk jenis palem dan produk hortikultura lainnya. Ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang ekspor produk pertanian dan tanaman hias dari Indonesia ke pasar global.
Berbasis di Cilendek, Bogor Barat, Ade berharap dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor. Ia mengapresiasi dukungan yang telah diberikan oleh Wali Kota dan jajaran pemkot.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















