
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di ruang produksi yang kemudian menyulut tumpukan styrofoam. Proses pemadaman sempat mengalami kesulitan karena cepatnya penyebaran api dan padatnya material yang terbakar.
“Api langsung membesar di ruangan produksi. Kami langsung melakukan isolasi agar api tidak menjalar ke area lain,” tambah Rohmat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir cukup besar mengingat luasnya area pabrik yang terdampak.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyisiran dan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti serta dampak dari insiden ini. Sementara itu, aktivitas di sekitar kawasan industri sempat terganggu akibat kepulan asap yang cukup pekat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















