
Artinya, belum ada bukti kuat bahwa makan ayam secara langsung menyebabkan kanker atau kematian dini.
Beberapa faktor yang belum digali lebih dalam dalam penelitian ini meliputi:
- Cara memasak ayam (digoreng, dibakar, direbus, atau diasap)
- Konsumsi ayam olahan seperti nugget, sosis ayam, atau ayam cepat saji
- Gaya hidup peserta, termasuk tingkat aktivitas fisik dan konsumsi makanan lainnya
Ayam yang dibakar hingga gosong atau digoreng dalam suhu tinggi bisa menghasilkan senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang berpotensi memicu kanker.
Solusi: Batasi dan Variasikan Konsumsi Protein
Temuan ini bukan berarti kita harus menghindari ayam sepenuhnya. Yang paling penting adalah:
- Batasi konsumsi ayam hingga tidak lebih dari 300 gram per minggu.
- Variasikan sumber protein harian dengan mengonsumsi ikan, tahu, tempe, telur, dan kacang-kacangan.
- Pilih metode memasak sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang dengan suhu moderat dan tidak sampai hangus.
- Hindari ayam olahan yang tinggi lemak jenuh, garam, dan bahan pengawet.
Ayam tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dimasak dengan cara yang tepat.
Seperti halnya makanan lainnya, kunci utamanya adalah moderasi dan keberagaman dalam konsumsi makanan.
Jadi, sebelum Anda memesan ayam goreng untuk makan malam nanti, pastikan Anda juga menyiapkan sayur, sumber serat, dan menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik yang cukup.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















