
Saat ini, status Gunung Karangetang berada pada Level II (Waspada). Dengan kondisi tersebut, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati maupun mendaki gunung serta tidak beraktivitas di dalam zona bahaya.
Zona ini meliputi radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (utara) dan kawah utama (selatan), serta area sektoral barat daya dan selatan sejauh 2,5 kilometer.
Vieko juga mengingatkan potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas guguran yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat ketidakstabilan material lava yang menumpuk di puncak gunung.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya gunung,” ujarnya.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Karangetang diminta untuk siaga terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat membawa material vulkanik ke wilayah hilir hingga ke pantai.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















