Amankah Bayi Tidur Pakai Empeng? Ini Panduan Penggunaan yang Tepat Menurut Dokter

Amankah Bayi Tidur Pakai Empeng? Ini Panduan Penggunaan yang Tepat Menurut Dokter

BOGORTODAY.COM Empeng atau dot hisap sering menjadi solusi instan bagi para orang tua saat menghadapi bayi yang rewel, terutama menjelang waktu tidur.

Namun, pertanyaannya, apakah aman membiarkan bayi tidur dengan empeng? Dan bagaimana cara penggunaannya agar tidak berdampak negatif pada tumbuh kembang si kecil?

Menurut drg. Aliyah, SpKGA, dokter spesialis gigi anak, penggunaan empeng saat bayi tidur tidak sepenuhnya dilarang, namun harus dibatasi dan diawasi dengan bijak.

“Kalau aku pribadi, ada time limit-nya. Artinya, boleh digunakan, tapi ada batas waktunya,” jelas Aliyah dalam acara Playdate Baby Hukidi di Pororo Park, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Senin (28/4/2025).

Durasi Pemakaian Harus Diatur

Empeng memang bermanfaat untuk menenangkan bayi, apalagi saat mereka kesulitan tidur. Namun, penggunaan berlebihan bisa mengganggu fase oral anak dan pertumbuhan gigi.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Aliyah menegaskan, penggunaan empeng yang terlalu lama berpotensi menyebabkan gangguan pada pertumbuhan rahang dan susunan gigi. Karena itu, penggunaan empeng sebaiknya dikurangi sejak usia 6 bulan dan dihentikan total sebelum anak berusia 3 tahun.

“Fase oral hanya sampai 3 tahun. Setelah itu, gigi tetap mulai terbentuk, jadi penggunaan empeng harus disetop sebelum usia tersebut,” katanya.

Panduan Menghentikan Pemakaian Empeng

Berikut langkah-langkah yang disarankan untuk menghentikan kebiasaan empeng secara bertahap:

  • Mulai batasi durasi harian: Misalnya hanya boleh digunakan saat menjelang tidur.
  • Alihkan perhatian anak dengan mainan atau aktivitas lain.
  • Gunakan empeng hanya di tempat tertentu (misalnya hanya di kamar tidur).
  • Berikan pujian atau hadiah kecil saat anak berhasil tidak menggunakan empeng.

Ciri-Ciri Empeng yang Aman

Selain mengatur waktu penggunaan, memilih empeng yang aman juga sangat penting. Berikut beberapa kriteria empeng yang direkomendasikan oleh drg. Aliyah:

  1. Pelindung empeng kokoh
    Agar empeng tidak masuk terlalu dalam ke mulut bayi dan mencegah risiko tertelan.
  2. Bagian empeng lembut namun kokoh
    Harus nyaman di mulut bayi tanpa melukai gusi, namun tetap cukup kuat untuk digunakan.
  3. Memiliki pegangan ring
    Pegangan ini memudahkan orang tua menarik empeng dan mencegah bayi tersedak.
BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Empeng bisa menjadi alat bantu yang aman jika digunakan dengan bijak dan sesuai usia. Waktu penggunaan yang dibatasi, pemilihan empeng yang aman, dan pengurangan bertahap seiring pertumbuhan anak merupakan kunci agar empeng tidak mengganggu perkembangan mulut dan gigi.

“Kuncinya bukan dilarang, tapi dibatasi dan dihentikan secara bertahap di waktu yang tepat,” tutup drg. Aliyah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================