
Namun, ia menegaskan bahwa kavaleri yang terlibat bukan untuk kepentingan tempur, melainkan sebagai bagian dari pelatihan berkuda dan penyambutan tamu-tamu negara.
“Jalur ini nantinya juga akan menjadi tempat persiapan kuda-kuda yang akan digunakan dalam seremoni penyambutan tamu negara, baik di Istana Bogor maupun Istana Negara Jakarta, karena lokasinya yang cukup strategis,” imbuhnya.
Sebagai informasi, lahan yang digunakan memiliki luas hampir 5 hektare, dari total area 6,5 hektare. Namun, sebagian wilayah yang termasuk dalam zona ruang terbuka hijau (RTH) tidak akan dibangun dan tetap berfungsi sebagai daerah resapan air.
Bupati Bogor menyebutkan bahwa pembangunan jalur berkuda ini akan dimulai pada bulan Mei, berbarengan dengan proyek pembangunan exit tol Citeureup–Cibinong oleh Jasa Marga.
Proyek ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan dan mendukung arah pembangunan yang efisien dan berkelanjutan.
“Dengan pendekatan kolaboratif dan perencanaan matang, kita ingin memastikan pembangunan Kabupaten Bogor ke depan berjalan optimal dan bertumpu pada sinergi semua pihak,” tutup Rudy. (* / Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















