BOGORTODAY.COM – Pengamat pendidikan Heru B. Setyawan mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer sebagai bentuk pembinaan kedisiplinan. Ia menilai pendekatan tersebut justru berisiko membentuk karakter siswa yang lebih agresif.
“Kurang setuju. Nanti malah keluar dari barak militer malah jadi preman beneran,” ujar Heru, Senin (5/5/2025).
Menurut Heru, pendekatan militer perlu diimbangi dengan pembinaan keagamaan. Ia mengusulkan agar siswa juga mendapatkan pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) guna membentuk karakter dan pemahaman nilai moral.
“Baiknya selain dilatih disiplin di barak militer, juga disentuh hatinya dengan dimasukkan sementara di Pondok Pesantren,” jelasnya.
Heru menambahkan, akar permasalahan perilaku siswa yang menyimpang justru berada pada pola pendidikan di sekolah. Ia menilai banyak guru belum mampu memberikan pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Anak suka melanggar di sekolah biasanya sekolahnya gak bener gurunya, kurang menarik cara mengajarnya. Maka mereka bolos, pacaran, dan suka tawuran serta hal negatif lainnya,” kata Heru.
Ia menegaskan bahwa bila metode pengajaran menarik dan sekolah memberi dampak positif, siswa akan lebih fokus pada masa depan mereka.
“Sekolah maju boro-boro mikir tawuran. Tugasnya seabrek dan mikirnya sudah mau kuliah atau kerja di mana,” tutupnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















