BOGORTODAY.COM – Menghadapi tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Bogor, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat menyiapkan sejumlah program pelatihan guna meningkatkan keterampilan pencari kerja.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengatakan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat peningkatan kompetensi masyarakat.
“Untuk BLK yang kita miliki sementara ada di Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang. Ada enam kejuruan yang kita lakukan secara MTU (Modul Training Unit), itu kita yang datang ke lokasi sesuai dengan proposal masyarakat yang masuk,” kata Nana, Selasa (6/5/2025).
Program pelatihan kerja mencakup berbagai bidang seperti otomotif, pengelasan, menjahit, hingga perhotelan. Menurut Nana, program ini merupakan bagian dari hasil Musrenbang serta aspirasi masyarakat, dan diharapkan mampu menekan angka pengangguran serta memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.
“BLK itu ada yang program Musrenbang atau dari aspirasi. Yang lebih penting, karena luasnya wilayah tersebut, bagaimana menjadi lokasi fokus (lokus) masyarakat,” ujarnya.
Nana menambahkan, upaya menciptakan lapangan kerja tidak bisa hanya dibebankan kepada Disnaker. Ia menilai perlu adanya kerja sama lintas sektor untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Semua pihak yang berkepentingan harus mendukung iklim investasi. Saat datang ke Kabupaten Bogor, baik yang sudah terjaga maupun yang belum, bisa dilakukan secara simultan bersama-sama,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa sejak Januari 2025, sebanyak 15 ribu buruh terkena PHK dan 14 ribu buruh tidak diperpanjang kontraknya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















