BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengalihkan musisi jalanan ke 33 kafe dan restoran sebagai upaya penataan kota dan pencegahan praktik premanisme. Program ini disambut baik oleh para pengusaha tempat usaha tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa langkah ini mendapat dukungan dari pelaku usaha di sektor kuliner.
“Taman-taman kota Bogor termasuk kafe dan resto yang ada di Kota Bogor. Sebagian besar mereka sangat setuju dan senang,” ujarnya, Selasa (6/5/2025).
Menurut Jenal, para pengusaha saat ini tengah menyeleksi musisi jalanan yang akan tampil di tempat mereka, dengan mempertimbangkan genre musik yang sesuai dengan konsep usaha masing-masing.
“Ada yang mungkin disesuaikan dengan kafenya. Ada kafe yang jenis genre-nya berbeda atau mereka butuh seniman musik dengan tipe tertentu,” katanya.
Pemkot Bogor juga berencana menyiapkan anggaran untuk menyediakan fasilitas alat musik bagi para musisi jalanan yang akan tampil di kafe dan restoran.
“Iya, kita akan hitung. Nanti saya diskusikan untuk perubahan anggaran dan Pak Wali setuju,” ujar Jenal.
Ia menambahkan, program ini akan terus dievaluasi guna memastikan kenyamanan wisatawan yang datang ke Kota Bogor.
“Hasilnya nanti wisatawan juga nyaman ke Bogor, ketika di jalan pun aman, tidak ada pengamen berkeliaran lagi apalagi meresahkan warga,” tutupnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















