
Atas temuan tersebut, Rudy mengambil langkah cepat. Enam unit Jimny itu kini dialihfungsikan untuk mendukung layanan publik secara langsung.
Mobil-mobil tersebut akan digunakan untuk patroli oleh Satpol PP, Dishub, taman DPKPP, Stadion Pakansari, sosialisasi Command Center 112, serta untuk kebutuhan BPBD dan Damkar.
Sebagai penanda, stiker bertuliskan “mobil patroli” telah dipasang di bodi kendaraan. Rudy mengatakan langkah ini sejalan dengan arahan Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menekankan pentingnya penempatan kendaraan dinas sesuai tugas dan surat keputusan (SK) penugasan.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang akuntabel dan transparan di kalangan ASN.
“Kami ingin para ASN sadar bahwa jabatan itu amanah. Aset negara bukan milik pribadi,” ujarnya.
Selain menegur langsung bawahannya, Rudy juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung terpancing isu-isu yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bogor terbuka terhadap kritik dan membutuhkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh peran semua pihak untuk memajukan pelayanan, infrastruktur, dan citra daerah,” tuntasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















