
Ia pun berharap para orang tua di luar Kota Bogor dapat memberikan izin kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Kota Bogor.
“Kota Bogor memiliki satu perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta, yang lulusannya telah terbukti mampu berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Perwakilan para rektor yang juga Rektor Universitas Ibn Khaldun, Prof. Mujahidin, menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan langkah awal kolaborasi untuk meningkatkan angka partisipasi murni warga Kota Bogor dalam menyelesaikan pendidikan di jenjang perguruan tinggi.
Nantinya, para rektor bersama Pemkot Bogor akan melakukan pendataan terlebih dahulu untuk mengetahui dasar dan latar belakang para lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Kalau misalnya karena ketidakmampuan ekonomi, kita akan carikan beasiswanya, sehingga mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Tak hanya itu, bersama Pemkot Bogor, para rektor juga akan mempromosikan keberadaan seluruh perguruan tinggi di Kota Bogor.
“Dari hasil diskusi ini akan berlanjut dengan pertemuan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kemudian akan kita bentuk polanya, dan setelah itu akan ada pencanangan ajakan ‘Ayo Kuliah di Kota Bogor’,” ujarnya.
Ia berharap, langkah awal dalam merancang program ini dapat memberikan kontribusi dan dampak positif bagi Kota Bogor serta pendidikan di Indonesia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















