
Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataan terpisah mengungkapkan bahwa sedikitnya satu orang tewas dan delapan lainnya terluka akibat gempuran udara tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak tahun lalu mengharuskan kedua pihak memenuhi sejumlah ketentuan penting, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan serta larangan bagi Hizbullah dan kelompok bersenjata lainnya untuk beroperasi di selatan Sungai Litani.
Wilayah itu kini secara resmi diawasi oleh militer Lebanon, namun Israel menuduh kesepakatan tersebut dilanggar secara sepihak oleh Hizbullah.
Sementara itu, Israel juga belum sepenuhnya mematuhi perjanjian tersebut, dengan masih menempatkan pasukannya di lima titik di wilayah perbukitan selatan Lebanon.
Serangan roket ke wilayah Israel dari arah Lebanon juga tercatat terjadi dua kali sejak gencatan senjata diberlakukan, meskipun Hizbullah membantah keterlibatannya.
Ketegangan yang terus berlangsung menunjukkan rapuhnya kesepakatan damai antara kedua pihak dan memunculkan kekhawatiran akan pecahnya konflik baru yang lebih luas di kawasan perbatasan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















