
Sosok Paus Leo XIV
Robert Francis Prevost lahir di Chicago, Amerika Serikat, pada 14 September 1955. Ia sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Chicago, keuskupan agung terbesar di Amerika Utara, serta Uskup Chiclayo di Peru dari 2015 hingga 2023.
Ia juga memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Peru, mencerminkan jangkauan pastoral dan globalnya.
Pada 30 Januari 2023, Prevost diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup, dan mulai menjabat pada 12 April 2023.
Ia dikenal sebagai salah satu kardinal yang paling dekat dengan visi reformasi Fransiskus, khususnya dalam hal mendorong inklusivitas, perhatian terhadap kaum miskin dan terpinggirkan, serta perdamaian global.
Warisan dan Tantangan
Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal karena fokusnya terhadap kelompok miskin, komunitas marjinal, dan konflik global — termasuk sikap tegas terhadap perang di Gaza dan Ukraina.
Pilihan nama Leo XIV oleh Prevost bisa dilihat sebagai isyarat bahwa arah reformasi tersebut akan diteruskan, bahkan diperkuat.
Kini, dengan tongkat estafet di tangan Paus Leo XIV, dunia Katolik menantikan langkah-langkah awal sang Paus baru dalam menghadapi tantangan zaman — dari perubahan iklim, krisis migran, hingga pertumbuhan Gereja di negara-negara berkembang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














