Makna Nama Paus Leo XIV

BOGORTODAY.COM – Sejarah baru tercipta di jantung Kota Vatikan. Kardinal Robert Francis Prevost, seorang prelatus asal Amerika Serikat, resmi terpilih menjadi Paus ke-267 Gereja Katolik dengan nama kepausan Paus Leo XIV.

Pemilihan ini diumumkan dari Kapel Sistina pada Kamis malam waktu setempat (8/5) setelah konklaf berlangsung selama tiga putaran.

Terpilihnya Prevost bukan hanya menandai pergantian kepemimpinan setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu, tetapi juga menjadi tonggak sejarah: Prevost adalah Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dalam dua milenium sejarah Gereja Katolik.

Makna Nama “Leo XIV”

Pemilihan nama Leo XIV menimbulkan berbagai interpretasi historis dan teologis. Menurut Liam Temple, asisten profesor sejarah Katolik dari Universitas Durham, nama ini kemungkinan besar mengacu pada Paus Leo XIII, pemimpin Gereja dari tahun 1878 hingga 1903 yang dikenal karena dedikasinya terhadap isu keadilan sosial, kesejahteraan pekerja, dan dignitas manusia.

“Jika Paus baru ingin melanjutkan kerja-kerja reformasi seperti Fransiskus, maka nama Leo adalah pilihan yang sangat simbolis,” ujar Temple.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Sementara itu, pengamat Vatikan sekaligus pastor Katolik, Ed Tomlinson, menilai bahwa pemilihan nama ini mencerminkan niat untuk melanjutkan misi progresif yang telah dirintis oleh Paus Fransiskus.

“Ini sepertinya sebuah keberlanjutan liberalisasi dari Fransiskus,” katanya kepada The Independent.

Tomlinson juga menambahkan bahwa nama Leo dalam sejarah kepausan sering dikaitkan dengan kepemimpinan yang kuat di masa krisis.

Salah satu tokoh awal yang menggunakan nama tersebut adalah Paus Leo I (440–461 Masehi), yang dikenal sebagai Leo Agung.

Adapun Paus Leo XIII, yang sering menjadi rujukan bagi pemimpin Gereja modern, memimpin pada masa perubahan besar dunia industri dan secara vokal mendukung hak-hak buruh dan perdamaian sosial.

Sosok Paus Leo XIV

Robert Francis Prevost lahir di Chicago, Amerika Serikat, pada 14 September 1955. Ia sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Chicago, keuskupan agung terbesar di Amerika Utara, serta Uskup Chiclayo di Peru dari 2015 hingga 2023.

Ia juga memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Peru, mencerminkan jangkauan pastoral dan globalnya.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik Lumat Rumah di Desa Pasarean Bogor

Pada 30 Januari 2023, Prevost diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup, dan mulai menjabat pada 12 April 2023.

Ia dikenal sebagai salah satu kardinal yang paling dekat dengan visi reformasi Fransiskus, khususnya dalam hal mendorong inklusivitas, perhatian terhadap kaum miskin dan terpinggirkan, serta perdamaian global.

Warisan dan Tantangan

Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal karena fokusnya terhadap kelompok miskin, komunitas marjinal, dan konflik global — termasuk sikap tegas terhadap perang di Gaza dan Ukraina.

Pilihan nama Leo XIV oleh Prevost bisa dilihat sebagai isyarat bahwa arah reformasi tersebut akan diteruskan, bahkan diperkuat.

Kini, dengan tongkat estafet di tangan Paus Leo XIV, dunia Katolik menantikan langkah-langkah awal sang Paus baru dalam menghadapi tantangan zaman — dari perubahan iklim, krisis migran, hingga pertumbuhan Gereja di negara-negara berkembang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================