
Di tempat yang sama, Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianti, menyampaikan bahwa atas nama yayasan, pihaknya prihatin dan menyesal atas kejadian tersebut.
Sebagai mitra dari BGN, Eko mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi.
“Kami sudah menyerahkan sampel makanan yang kami distribusikan pada hari itu. Saat ini sedang diperiksa di Labkesda Kota Bogor. Kami menunggu hasilnya dan akan terus berkoordinasi dengan BGN serta melakukan evaluasi yang diperlukan,” ujarnya.
Eko juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat, dalam hal ini siswa-siswi dan orang tua.
Seiring dengan proses pemantauan, kata Eko, pihak yayasan juga telah bergerak mengunjungi beberapa siswa yang terdampak.
“Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami terhadap pelaksanaan program ini,” jelasnya.
Ia menerangkan, bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG ini telah melewati serangkaian proses.
Sebelum didistribusikan kepada siswa, makanan tersebut diuji secara organoleptik, di mana setiap makanan yang selesai dimasak dan sebelum dikemas dicicipi secara menyeluruh.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















