BOGORTODAY.COM – Yayasan Visi Nusantara (Vinus) Maju dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menjalin kemitraan strategis lintas sektor. Kolaborasi ini tidak hanya sebatas nota kesepahaman, tetapi menjadi langkah konkret menuju penguatan sumber daya manusia (SDM), inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bogor pada Jumat (09/05/2025). Hadir langsung Ketua Yayasan Vinus Maju, Yusfitriadi, dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Turut mendampingi Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Bogor, Eko Suharnanto, serta Kepala Bagian Kerjasama, Adi Mulyadi.
Kerja sama ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan teknologi digital, hingga optimalisasi aset daerah. Kolaborasi ini diyakini mampu menjawab tantangan pembangunan daerah berbasis inovasi dan SDM unggul.
“Kami melihat potensi besar di Kabupaten Bogor, terutama dalam pengembangan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi. Dengan kemitraan ini, kami ingin hadir sebagai mitra pembangunan yang mendorong transformasi daerah,” ujar Yusfitriadi.
Ia menekankan bahwa Vinus memiliki pengalaman dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan berbasis teknologi dan edukasi.
“Kolaborasi ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang dampak. Kami ingin agar masyarakat bisa mandiri dan berdaya secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut baik sinergi tersebut. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut kerja sama ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membuka ruang partisipasi publik dan lembaga non-pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan elemen masyarakat, termasuk NGO seperti Vinus, menjadi sangat penting untuk memperkuat pelayanan publik, menciptakan inovasi berbasis lokal, dan memanfaatkan aset daerah secara maksimal,” tutur Rudy.
Dengan kolaborasi ini, Vinus dan Pemkab Bogor berharap bisa membentuk ekosistem pembangunan yang kolaboratif dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai sebagai model sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil yang bisa direplikasi di daerah lain. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















