
BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat angka kematian bayi baru lahir mencapai 800 jiwa sepanjang tahun 2024. Sementara itu, angka kematian ibu melahirkan tercatat sebanyak 85 jiwa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediwati, menyebutkan bahwa jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
“Kalau tidak salah di angka 800-an untuk kematian bayi baru lahir, sedangkan kematian ibu sekitar 85. Itu cukup tinggi di Jawa Barat, kita masih di tingkat pertama,” kata Fusia, Senin (12/5/2025).
Menurut Fusia, tingginya jumlah penduduk di Kabupaten Bogor turut memengaruhi tingginya angka kematian tersebut secara absolut dibandingkan kabupaten lain.
“Kalau diproporsikan secara statistik, mungkin kita bukan yang tertinggi. Tapi karena jumlah penduduk kita jauh lebih besar dari kabupaten lain, maka jumlah kasusnya lebih banyak,” jelasnya.
Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin dan deteksi dini kegawatdaruratan.
“Kami mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan agar tanda-tanda kegawatdaruratan pada ibu dan bayi baru lahir dapat terdeteksi sejak dini,” ujarnya.
Fusia menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 100 rumah di Kabupaten Bogor yang dilengkapi alat Ultrasonografi (USG) guna mendeteksi tanda-tanda kehamilan dan potensi risiko.
“Hampir 100 rumah di Kabupaten Bogor sudah memiliki USG, sehingga bisa membantu mendeteksi lebih awal tanda-tanda kegawatdaruratan,” tutupnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















