
BOGORTODAY.COM – Jumlah korban keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor terus bertambah. Hingga Senin (12/5/205), tercatat sebanyak 214 orang terdampak, naik dari sebelumnya 210 orang.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa penambahan jumlah korban terjadi karena banyak warga yang awalnya enggan melapor dan berobat akibat kekhawatiran soal biaya perawatan.
“Sejak hari Kamis kami tetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) supaya siapapun yang terdampak, yang terindikasi keracunan, silakan berobat ke rumah sakit,” ujar Dedie.
Dedie memastikan bahwa seluruh biaya perawatan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor. Ia juga meminta pihak terkait untuk memastikan seluruh korban pulih sepenuhnya sebelum dipulangkan.
“Kita tidak mendorong anak-anak untuk segera pulang. Tidak apa-apa, sampai pulih, sampai sehat. Insya Allah dari Pemerintah Kota Bogor kita biayain,” katanya.
Saat ini, sebanyak 12 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor. Kondisi mereka disebut berangsur membaik.
“Keluhannya masih sama, seperti lemas, mual, dan pusing. Tapi secara umum, berangsur membaik,” jelas Dedie.
Pemerintah Kota Bogor terus memantau perkembangan para korban dan memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















