
Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan finansial, khususnya terkait pinjaman berbasis riba.
“Prinsip kehati-hatian menjadi kunci. Jangan sampai pinjaman baru hanya digunakan untuk menutupi utang lama. Ini justru menimbulkan masalah baru,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat hanya menggunakan platform pinjaman dan bank digital yang terdaftar dan diawasi OJK untuk menghindari praktik ilegal atau rentenir digital.
Fokus pada Penguatan Keuangan Keluarga
Findi menekankan bahwa sumber utama penguatan finansial rumah tangga tetaplah hasil kerja dan produktivitas, bukan spekulasi atau pola konsumsi yang dipaksakan.
“Masyarakat seharusnya kembali pada pola hidup yang sederhana, yakni pengeluaran disesuaikan dengan pendapatan hasil kerja,” tutupnya.
Dengan meningkatnya literasi keuangan dan kehati-hatian dalam berinvestasi, masyarakat diharapkan dapat membangun pondasi keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar tren kekayaan instan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















