
“Senang, indah banget!” ucap Hilda singkat namun penuh makna.
Hal serupa juga dirasakan Dwi, yang selama ini hanya bisa menyaksikan Festival Lampion Borobudur lewat foto. Tahun ini, akhirnya dia bisa merasakan langsung suasana magis itu.
“Senang ya, selama ini hanya lihat di foto. Awalnya kan lampion terbang sedikit demi sedikit tuh dan saya masih biasa saja. Namun saat semuanya terbang bersamaan, saya ternganga melihat langit. Indah banget!” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Makna Sakral dan Harapan Damai
Bagi umat Buddha, pelepasan lampion bukan sekadar seremoni. Lampion-lampion tersebut merupakan simbol harapan, doa, dan pencerahan.
Setiap lampion yang terbang ke langit membawa harapan akan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi semua makhluk.
Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas. Tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, Festival Lampion Waisak kini juga menjadi wisata spiritual dan budaya yang berhasil mengangkat citra Candi Borobudur sebagai pusat peradaban dan toleransi.
Pelepasan lampion di perayaan Waisak 2025 bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh secara emosional dan spiritual.
Ribuan lampion yang mengudara di langit Borobudur malam itu menjadi simbol kuat bahwa harapan dan cahaya akan selalu menemukan jalannya — bahkan di tengah gelapnya malam.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















