Pelepasan Lampion di Waisak 2569 BE di Candi Borobudur: Langit Magelang Disulap Jadi Lautan Cahaya

“Senang, indah banget!” ucap Hilda singkat namun penuh makna.

Hal serupa juga dirasakan Dwi, yang selama ini hanya bisa menyaksikan Festival Lampion Borobudur lewat foto. Tahun ini, akhirnya dia bisa merasakan langsung suasana magis itu.

“Senang ya, selama ini hanya lihat di foto. Awalnya kan lampion terbang sedikit demi sedikit tuh dan saya masih biasa saja. Namun saat semuanya terbang bersamaan, saya ternganga melihat langit. Indah banget!” ungkapnya dengan wajah sumringah.

BACA JUGA :  Jadwal Wakil Indonesia di 16 Besar Japan Open 2026

Makna Sakral dan Harapan Damai

Bagi umat Buddha, pelepasan lampion bukan sekadar seremoni. Lampion-lampion tersebut merupakan simbol harapan, doa, dan pencerahan.

Setiap lampion yang terbang ke langit membawa harapan akan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi semua makhluk.

Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas. Tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, Festival Lampion Waisak kini juga menjadi wisata spiritual dan budaya yang berhasil mengangkat citra Candi Borobudur sebagai pusat peradaban dan toleransi.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Datangkan 45,9 Ribu MT LPG dari AS untuk Perkuat Stok Energi Nasional

Pelepasan lampion di perayaan Waisak 2025 bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh secara emosional dan spiritual.

Ribuan lampion yang mengudara di langit Borobudur malam itu menjadi simbol kuat bahwa harapan dan cahaya akan selalu menemukan jalannya — bahkan di tengah gelapnya malam.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================