
Semua berhasil ditaklukkan oleh para sahabat Nabi seperti Ali bin Abi Thalib, Hamzah, dan Ubaidah bin al-Harits.
Turunnya Malaikat dan Kemenangan Spektakuler
Saat pertempuran memuncak, Rasulullah SAW memanjatkan doa penuh harap kepada Allah SWT. Dalam Sirah Nabawiyah disebutkan bahwa beliau bahkan tertidur sejenak karena kantuk, lalu bangun dengan kabar gembira:
“Bergembiralah wahai Abu Bakar. Telah datang pertolongan Allah SWT kepadamu. Inilah Jibril yang datang sambil memegang tali kekang kuda yang ditungganginya di atas gulungan-gulungan debu.”
Para malaikat pun turun membantu kaum muslimin, seperti disebutkan oleh Ikrimah dalam riwayat Ibnu Sa’d:
“Ada kepala orang musyrik yang terkulai, tanpa diketahui siapa yang membabatnya. Ada pula tangan yang putus, tanpa diketahui siapa yang membabatnya.”
Akhir Pertempuran dan Dampaknya
Akhirnya, pasukan Quraisy mengalami kekalahan telak. Sekitar 70 orang Quraisy tewas, termasuk tokoh-tokoh penting mereka, dan 70 lainnya ditawan.
Sementara pasukan muslim hanya mengalami sedikit kerugian, namun meraih kemenangan moral, spiritual, dan strategis yang luar biasa.
Kemenangan ini memperkuat posisi umat Islam di Madinah dan membuat musuh-musuh Islam gentar.
Perang Badar menjadi simbol bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh jumlah atau kekuatan fisik semata, tetapi oleh iman, strategi, dan pertolongan Allah SWT.
Perang Badar adalah bukti nyata bahwa perjuangan di jalan Allah, dengan niat yang ikhlas dan strategi yang matang, akan mendapatkan pertolongan-Nya.
Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah yang menandai awal kebangkitan Islam secara politik, militer, dan spiritual di jazirah Arab.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















