
Kedua varian ini merupakan keturunan dari varian JN.1, yang telah dimasukkan dalam formulasi vaksin COVID-19 terbaru yang digunakan saat ini.
MOH dan CDA juga menyampaikan bahwa tidak ada indikasi bahwa varian-varian baru tersebut lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian yang beredar sebelumnya.
Meski situasi relatif terkendali, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta.
Masyarakat juga didorong untuk segera melakukan vaksinasi penguat (booster) jika belum mendapatkannya, guna mempertahankan perlindungan terhadap infeksi berat.
Singapura tetap menjadi salah satu negara yang menunjukkan pendekatan adaptif terhadap penanganan pandemi, menyeimbangkan antara kewaspadaan kesehatan publik dan kelangsungan aktivitas sosial-ekonomi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















