
Pelemahan dolar AS saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Spekulasi pasar mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed, yang mulai menunjukkan sinyal pelonggaran.
- Data ekonomi AS yang kurang menggembirakan dalam beberapa pekan terakhir, seperti perlambatan inflasi dan pelemahan sektor manufaktur.
- Penguatan mata uang regional, terutama di Asia, yang turut mendorong tekanan terhadap dolar AS.
Meski rupiah sedikit menguat pagi ini, pasar tetap waspada terhadap sentimen eksternal, termasuk keputusan suku bunga bank sentral global dan data ekonomi Amerika yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berada di kisaran Rp 16.500–16.600 per dolar AS dalam jangka pendek, tergantung pada sentimen global dan intervensi dari otoritas moneter domestik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















