Dolar AS Melemah ke Level Rp 16.500-an, Rupiah Sedikit Menguat

BOGORTODAY.COM – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs dolar AS berada di level Rp 16.556, turun sebesar 5,50 poin atau 0,03% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Melemahnya dolar AS ini memberikan angin segar bagi nilai tukar rupiah yang sempat berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat sentimen global dan kebijakan suku bunga The Fed.

Dolar AS Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Dunia

Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, menunjukkan tren koreksi nilai mata uang Paman Sam secara global. Berikut rincian pergerakannya:

  • Terhadap yen Jepang: turun 0,30%
  • Terhadap dolar Kanada: turun 0,11%
  • Terhadap franc Swiss (CHF): turun 0,30%
BACA JUGA :  Future Leaders Fellowship 2026 Dibuka, Mahasiswa Baru PTN Berkesempatan Ikuti Program Pengembangan Kepemimpinan Gratis

Sementara itu, dolar AS menguat tipis terhadap beberapa mata uang Asia lainnya:

  • Terhadap won Korea Selatan: naik 0,01%
  • Terhadap dolar Hong Kong: naik 0,02%

Faktor Penyebab Melemahnya Dolar AS

Pelemahan dolar AS saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Spekulasi pasar mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed, yang mulai menunjukkan sinyal pelonggaran.
  • Data ekonomi AS yang kurang menggembirakan dalam beberapa pekan terakhir, seperti perlambatan inflasi dan pelemahan sektor manufaktur.
  • Penguatan mata uang regional, terutama di Asia, yang turut mendorong tekanan terhadap dolar AS.
BACA JUGA :  Makna di Balik Tawaf: Sejarah, Tata Cara, dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

Outlook Rupiah dan Dolar AS

Meski rupiah sedikit menguat pagi ini, pasar tetap waspada terhadap sentimen eksternal, termasuk keputusan suku bunga bank sentral global dan data ekonomi Amerika yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berada di kisaran Rp 16.500–16.600 per dolar AS dalam jangka pendek, tergantung pada sentimen global dan intervensi dari otoritas moneter domestik.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================