
BOGORTODAY.COM – Sejumlah mahasiswa Universitas Pakuan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya jurusan Ilmu Komunikasi melakukan kunjungan ke Kantor Bogor Today di Jalan Tegar Beriman, Perum Graha Kartika Pratama, Blok CC2, nomor 7, Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (15/5/2025).
Mutiara Nauli Hutagalung salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa, kedatangan dirinya dengan beberapa mahasiswa lain untuk melaksanakan tugas dari kampus yakni, melakukan wawancara dengan pimpinan redaksi ataupun pemilik media tersebut.
“Kedatangan kami kesini untuk menggali informasi mengenai media Bogor Today. Kapan berdirinya, apa produk Bogor Today selain koran, berapa jumlah karyawan/ wartawan Bogor Today,” ujar Tiara sapaan akrabnya.
Selain membahas profil media Bogor Today, kedatangan sejumlah mahasiswa Universitas Pakuan itu juga ingin mengetahui sejauh mana eksistensi media massa khususnya media konvensional seperti koran ditengah gempuran teknologi, dimana setiap orang sangat mudah mendapatkan informasi apapun dengan menggunakan smartphone.
Bogor Today sebagai korporat memiliki karyawan yang tentunya harus dipenuhi hak-haknya karena, ada peraturan pemerintah yang mengatur soal hal tersebut.
“Untuk itu, kami ingin tahu pendapatan atau pemasukan Bogor Today apakah dari sektor pemerintah atau swasta atau dari iklan produk,” tanya Farelia Avanti Jovanka mahasiswa lainya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Bogor Today, Iman Rahman Hakim menyambut baik kedatangan mahasiswa Universitas Pakuan ke Kantor Bogor Today.
Menurut Kang Chamonk – sapaan akrabnya – sudah sangat jarang ketertarikan orang untuk mengulas mengenai media massa khususnya dari sisi bisnisnya.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami Bogor Today dikunjungi adik – adik mahasiswa dari salah satu kampus ternama di Bogor. Dan sebagai salah satu pemilik sekaligus pegiat media massa, tentunya saya bangga, media massa masih menjadi rujukan sumber informasi ditengah menjamurnya informasi di media sosial,” kata Kang Chamonk.
Dihadapan empat mahasiswa Universitas Pakuan yakni, Mutiara Nauli Hutagalung, Farelia Avanti Jovanka, Alia Zahra dan Fais Maulana Putra dirinya bercerita, bahwa hari ini nasib media sedang di ujung tanduk.
Banyak media – media besar ternama di Republik ini mulai tumbang satu – persatu dengan melakukan perampingan ditubuh management maupun redaksi. Banyak wartawan media nasional yang dirumahkan akibat minimnya income ke perusahaan.
“Untuk media lokal, jika tidak melakukan kerjasama dengan pemerintah mungkin tidak akan bertahan lama, karena pihak swasta lebih memilih beriklan di media sosial,” katanya.
Kendati demikian, masih ada beberapa media besar yang dianggap masih relevan oleh pihak swasta untuk beriklan di koran atau di media massa.
Untuk itu, Chamonk menambahkan, alangkah bijaknya jika pemerintah terus menggunakan media massa sebagai sarana informasi untuk mengedukasi masyarakat.
“Karena masyarakat kebingungan dengan suguhan informasi yang berseliweran di media sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi yang berkaitan dengan program-program yang bersentuhan langsung dengan msayarakat, pemerintah harus hadir, gunakan sarana informasi media massa yang jelas memiliki payung hukum,” pungkasnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















