
Puncak dari krisis terjadi pada tahun 2019, ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memecat Direktur Utama PT PPE, Radjab Tampubolon, setelah diketahui mengagunkan aset milik perusahaan untuk pinjaman bank tanpa sepengetahuan pemegang saham.
Irfan berharap jeritan hatinya dapat membuka mata para pemimpin daerah, terutama karena kondisi ekonomi pribadinya semakin memburuk. Ia mengaku kini terlilit utang dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
“Saya mulai hidup susah dan mulai terlilit hutang. Saya mohon kepada bapak-bapak sekalian, tolong beri kejelasan atas hak saya,” tuturnya dalam video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Bogor belum memberikan pernyataan resmi. Namun gelombang simpati publik mulai bermunculan di media sosial, menuntut agar pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi nyata atas persoalan ini.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















