
Namun kini, teknologi seperti bidet semprot atau kursi toilet berteknologi Jepang sebenarnya bisa dipasang tanpa sistem perpipaan khusus.
Sayangnya, kurangnya edukasi dan kebiasaan yang sudah mengakar membuat adopsinya tetap lambat.
Apakah Tren Bisa Berubah?
Meski masih minoritas, penggunaan bidet mulai meningkat di AS, terutama setelah pandemi COVID-19.
Ketika terjadi kelangkaan tisu toilet, banyak orang Amerika mulai mencari alternatif yang lebih higienis dan berkelanjutan. Bidet portabel, jet shower, hingga toilet pintar ala Jepang mulai dilirik sebagai solusi.
Perubahan ini mungkin menjadi awal dari revolusi kebersihan toilet di AS, meskipun butuh waktu lama untuk menggeser budaya yang sudah berakar selama puluhan tahun.
Toilet tanpa air mungkin terdengar janggal bagi banyak orang Indonesia, tetapi itulah kenyataannya di Amerika Serikat.
Faktor budaya, sejarah, dan infrastruktur berperan besar dalam minimnya penggunaan bidet atau jet shower di sana.
Namun, seiring waktu dan meningkatnya kesadaran akan kebersihan, bukan tidak mungkin alat ini akan menjadi bagian dari kamar mandi rumah-rumah Amerika di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















