
Pendapat Para Ahli tentang Makna Pakuan Pajajaran
Berbagai pendapat dari ilmuwan dan tokoh budaya mencoba menafsirkan makna dari nama legendaris ini. Berikut tiga pendapat yang cukup dikenal:
- Poerbatjaraka – Keraton yang Berjajar
Ahli filologi Jawa ini mengaitkan kata Pakwan dengan istilah Jawa Pakuwon, yang berasal dari kata kuwu (pemimpin desa).
Pakuwon berarti tempat tinggal atau pusat kekuasaan. Dalam bahasa Kawi, pakwwan juga berarti tempat tinggal atau pesanggrahan.
Dari sudut pandang ini, Pakuan Pajajaran dimaknai sebagai “keraton yang berjajar”, yang dinilai lebih tepat dibanding penafsiran harfiah sebagai tumbuhan.
- KF Holle – Tumbuhan Paku yang Berjajar
Karel Frederik Holle, budayawan Belanda yang meneliti budaya Sunda, berpendapat bahwa nama Pakuan berasal dari barisan tumbuhan paku haji (Cycas rumphii) yang tumbuh berjajar.
Holle merujuk pada nama Cipaku, sebuah sungai kecil di kawasan Batutulis—diduga sebagai lokasi pusat kota Pakuan dahulu.
Menurutnya, keberadaan vegetasi ini menginspirasi penamaan ibu kota kerajaan.
- GP Rouffaer – Kota Paku Dunia
Gerret Pieter Rouffaer, ilmuwan Belanda lainnya, memberikan tafsir simbolis. Ia memaknai kata Pakuan sebagai “paku dunia”—pusat kekuasaan atau poros dunia. Dalam pemahaman ini, raja adalah paku jagat, simbol dari pusat dan kestabilan dunia.
Dengan demikian, Pakuan dipandang sebagai kota utama tempat raja bertakhta, pusat dari seluruh tatanan kerajaan.
Warisan Nama yang Sarat Makna
Nama Pakuan Pajajaran menyimpan makna historis dan simbolis yang dalam. Apakah itu sebagai keraton agung, kota dengan vegetasi khas, atau pusat kekuasaan spiritual dan politik, semuanya mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah Sunda.
Nama ini masih hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, baik melalui legenda Prabu Siliwangi, situs sejarah seperti Batutulis di Bogor, maupun dalam pelestarian naskah-naskah kuno.
Catatan Budaya:
- Pakuan Pajajaran diyakini terletak di sekitar kawasan Batutulis, Kota Bogor.
- Prabu Siliwangi merupakan sosok penting dalam sejarah dan mitologi Sunda.
- Prasasti-prasasti seperti Batutulis dan Kebantenan menjadi bukti otentik keberadaan dan kejayaan Kerajaan Pajajaran.
Penelusuran terhadap makna nama Pakuan Pajajaran bukan sekadar usaha linguistik, tetapi juga perjalanan menyingkap identitas budaya dan sejarah leluhur masyarakat Sunda.
Dalam setiap kata, tersemat nilai, keyakinan, dan kebesaran sebuah peradaban yang pernah berdiri megah di barat Pulau Jawa.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















