
Fadly menjelaskan bahwa material timbunan dan sampah dari lahan di samping kanal menjadi penyebab utama penyempitan jalan, yang membuat sopir kesulitan bermanuver.
“Material itu hampir memakan setengah jalan. Pemilik lahan sudah berjanji untuk segera mendorong masuk timbunannya, dan sampah pun sudah beberapa kali kami angkut,” jelasnya.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kejadian tersebut menyoroti buruknya pengelolaan sampah di sekitar kanal serta pentingnya penegakan aturan mengenai penggunaan dan pemeliharaan ruang publik.
Hingga saat ini, evakuasi kendaraan masih berlangsung dan pihak kelurahan bersama warga serta dinas terkait terus melakukan pembersihan untuk mencegah kejadian serupa terulang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















