
“Yang penting cukup buat dapur saja,” tambahnya.
Pekerjaan sebagai pemulung tak lepas dari risiko kesehatan. Uti mengaku sering mengalami sakit di bagian kaki dan gangguan pernapasan.
“Kadang ada perhatian, dari Puskesmas atau pihak Kabupaten, tapi tidak rutin,” keluhnya.
Meski demikian, Abah Uti tetap bertahan demi menghidupi ketiga anaknya yang masih bersekolah.
“Usaha ini satu-satunya yang saya punya. Sehari paling bisa dapat tiga sampai empat karung,” pungkasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















