Potret Kehidupan Abah Uti, Hidup Berdampingan Dengan Gunungan Sampah di Galuga Bogor Demi Hidupi Anak Bersekolah

“Yang penting cukup buat dapur saja,” tambahnya.

Pekerjaan sebagai pemulung tak lepas dari risiko kesehatan. Uti mengaku sering mengalami sakit di bagian kaki dan gangguan pernapasan.

“Kadang ada perhatian, dari Puskesmas atau pihak Kabupaten, tapi tidak rutin,” keluhnya.

BACA JUGA :  Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bogor Hidupkan Semangat HJB ke-544 Lewat Kajian Istimewa

Meski demikian, Abah Uti tetap bertahan demi menghidupi ketiga anaknya yang masih bersekolah.

“Usaha ini satu-satunya yang saya punya. Sehari paling bisa dapat tiga sampai empat karung,” pungkasnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================