
Selain pemaparan hasil survei, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif bertajuk “Siswa Kuasai AI, Guru Siap Apa?”.
Diskusi mengangkat refleksi mendalam mengenai kesiapan guru dalam menghadapi siswa yang menggunakan teknologi AI dalam mengerjakan tugasnya.
Sebagian besar guru yang hadir menyatakan telah menggunakan AI dalam pembelajaran di kelas. Mereka juga tidak melarang siswa memanfaatkan aplikasi AI, namun tetap menekankan pentingnya proses berpikir kritis.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Yunda, Sekretaris MGMP Sosiologi Kota Bogor ,” Pada dasarnya saya tidak melarang siswa menggunakan teknologi AI, tergantung aspek tugas serta bentuk penilaiannya’. Selain itu guru juga membandingkan hasil tugas siswa antara yang dikerjakan dari pemikiran siswa sendiridengan tugas yang dibantu oleh teknologi AI.
Kegiatan tersebut sebagai aksi nyata bahwa para guru sosiologi di Kota Bogor tidak tinggal diam menghadapi era teknologi.
Mereka aktif belajar, berbagi, dan membangun strategi agar pembelajaran yang tetap relevan dan bermakna di era kecerdasan buatan.
Di akhir pertemuan Yunda, Sekretaris MGMP Sosiologi juga mengarahkan untuk membuat perangkat ajar serta media pembelajaran yang dibagi berdasarkan kelas.
Dengan adanya hal tersebut diharapkan semua guru dapatmengembakan kemampuan dalam membuat perangkat ajar dan media pembelajaran.(aj)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















