Putin Kunjungi Kursk, Kirim Sinyal Kuat ke Barat Soal Perang Ukraina

Putin Kunjungi Kursk, Kirim Sinyal Kuat ke Barat Soal Perang Ukraina. (via REUTERS/KREMLIN.RU)

BOGORTODAY.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan mendadak ke wilayah Kursk, dekat perbatasan Ukraina, pada Selasa (20/5/2025). Kunjungan ini dilakukan di tengah tekanan internasional yang semakin kuat agar Rusia menyetujui gencatan senjata 30 hari dengan Ukraina.

Wilayah Kursk sebelumnya sempat dikuasai oleh pasukan Ukraina, namun berhasil direbut kembali sepenuhnya oleh militer Rusia awal tahun ini. Kunjungan Putin ke daerah yang pernah menjadi garis depan tersebut dinilai sebagai bentuk unjuk kekuatan dan simbol perlawanan terhadap tekanan dari Barat.

Kunjungan ke Pembangkit Nuklir Kursk

BACA JUGA :  Manfaat Chili Oil untuk Kesehatan, Lebih dari Sekadar Bumbu Pedas Favorit

Menurut laporan kantor berita TASS, Presiden Putin disambut oleh para pejabat lokal di Kota Kurchatov, Kursk. Ia kemudian mengunjungi pusat pembangkit listrik tenaga nuklir Kursk, salah satu fasilitas energi penting di wilayah barat Rusia.

Dalam video yang dirilis, Putin tampak mengenakan jas resmi sambil berdialog dengan sekelompok orang yang diduga adalah sukarelawan atau relawan militer.

Ia tidak memberikan pernyataan resmi, namun kunjungan ini dianggap sebagai bentuk penegasan bahwa Rusia tetap teguh dalam sikapnya atas konflik dengan Ukraina.

Respons Terhadap Tekanan Barat

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

Langkah Putin datang hanya sehari setelah ia melakukan percakapan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin (19/5). Dalam pembicaraan tersebut, Trump menyatakan optimisme terhadap kemungkinan dimulainya negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina.

“Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju gencatan senjata, dan yang lebih penting, mengakhiri perang,” ujar Trump seperti dikutip dari Reuters.

Trump juga menyampaikan hasil pembicaraan tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serta para pemimpin Eropa seperti dari Prancis, Jerman, Italia, dan Finlandia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================