
Putin pun mengapresiasi dukungan Trump terhadap kembalinya pembicaraan damai dan mengonfirmasi bahwa Rusia siap menyusun memorandum perjanjian damai bersama Ukraina.
Pesan Politik Putin
Meski memberikan sinyal kesiapan untuk berdialog, kunjungan Putin ke Kursk dinilai sebagai bentuk pesan politik kuat ke Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Ia seolah ingin menunjukkan bahwa Rusia tetap berdaulat dan tidak tunduk pada tekanan luar negeri, terutama dalam isu strategis seperti perang dengan Ukraina.
“Rusia tidak akan didikte negara manapun, termasuk AS, dalam menentukan masa depan konfliknya dengan Ukraina,” demikian analisis sejumlah pengamat politik luar negeri menanggapi langkah Putin.
Menuju Perjanjian Damai?
Kunjungan ini mempertegas posisi Rusia dalam dinamika negosiasi yang tengah berkembang. Apabila benar kedua pihak akan kembali duduk bersama, seperti saat pertemuan tatap muka di Turki pekan lalu, maka peluang gencatan senjata semakin terbuka.
Namun, dengan langkah-langkah simbolik seperti ini, Putin ingin memastikan bahwa proses negosiasi tidak akan berjalan hanya di bawah bayang-bayang tekanan Barat, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan strategis Rusia secara menyeluruh.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















